SDN 25 Bonti Sanggau Krisis Fasilitas Sekolah

By | Juli 30, 2025

SANGGAU, Dekade Sebuah unggahan viral dari akun media sosial lokal “Sanggau Informasi” mengungkap kondisi memprihatinkan di SDN 25 Bonti, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau.

Dalam unggahan tersebut, guru dan orang tua murid terlihat bergotong royong membuat meja dan kursi secara swadaya karena fasilitas sekolah yang sudah sangat tidak layak digunakan.

Melalui DM instagram yang diterima oleh admin akun, seorang perwakilan sekolah menyampaikan keluhan bahwa kondisi ruang kelas, lantai, hingga ruang guru di sekolah tersebut mengalami kerusakan parah. Fasilitas seperti meja dan kursi pun banyak yang patah dan tak bisa digunakan.

“Min, ini kami dari SDN 25 Bonti lagi kerja bakti sama orang tua murid bikin meja/kursi karena sekolah kami ini bisa dibilang sudah tidak layak, min. Ngajukan proposal udah sering, tapi tidak ada jawaban dari orang atas,” tulisnya.

Ia menambahkan bahwa inisiatif ini murni datang dari para guru dan wali murid agar proses belajar-mengajar tetap bisa berjalan dengan baik meski dalam keterbatasan.

Aksi solidaritas ini pun mengundang simpati dan pujian dari warganet. Tak sedikit yang menyayangkan kondisi sekolah yang memprihatinkan dan berharap pemerintah segera turun tangan.

Sayangnya, upaya mereka selama ini untuk mendapatkan bantuan resmi dari pemerintah belum membuahkan hasil.

Unggahan tersebut segera menarik perhatian warganet. Salah satu komentar paling disorot datang dari akun TikTok @broronmd yang menulis,

“Halo netijen, ayo kita ramikan sampai Pemkab Sanggau, Kal-Bar lihat ini.”

Komentar itu mendapat respons antusias dari akun @sanggau_informasi yang turut mendukung gerakan penyebaran informasi ini demi mengetuk perhatian pihak terkait.

Dalam gambar yang disertakan, terlihat kondisi lantai sekolah yang retak dan lembab, plafon bangunan yang memprihatinkan, serta meja dan kursi yang sudah rusak parah.

Tak hanya di ruang belajar, ruang guru pun mengalami kondisi serupa.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai alokasi anggaran pendidikan dan efektivitas bantuan infrastruktur sekolah di daerah pelosok Kalimantan Barat.

Sejumlah warganet juga mengangkat kemungkinan penggunaan Dana Desa untuk membantu pembenahan sekolah, mengingat keberadaannya yang berada di wilayah desa.

“Biasanya ada bantuan dari Dana Desa yang bisa dipakai untuk membeli prasarana sekolah. Kalau tidak ada pembangunan mendesak seperti jembatan, dana bisa dialihkan ke sekolah-sekolah seperti ini,” tulis seorang warganet.

Salah satu netizen yang mengaku pernah mengantar keluarganya ke sekolah itu turut membenarkan kondisi memprihatinkan yang ada.

“Saya pernah antar adik saya ke SD tersebut, kebetulan adik saya ngajar di situ. Memang sangat memprihatinkan sekolahnya, banyak yang sudah tak layak. Padahal sarana dan prasarana itu sangat penting sebagai penunjang semangat dan minat belajar siswa. Semoga dengan adanya postingan ini bisa memberikan angin segar,” tulis salah seorang pengguna di kolom komentar.

Masyarakat dan warganet kini mendorong agar Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat segera turun tangan.

Mereka mendesak agar ada audit dan evaluasi terhadap proposal-proposal bantuan pendidikan yang selama ini diajukan namun tak kunjung ditindaklanjuti. (Red)

Baca juga :

Aksara Gholiks Resmi Tercatat di Kementerian Hukum

2 thoughts on “SDN 25 Bonti Sanggau Krisis Fasilitas Sekolah

  1. Pingback: Pemkab Kubu Raya Gelar Rakor Bahas Tarekat Al-Mu'min - DEKADE

  2. Edna Heaney

    Article writing is also a excitement, if you be familiar with after that you can write otherwise it is complicated to write.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *