
PONTIANAK, Dekade— Kakanwil Kemenag Kalbar, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I, mengatakan pentingnya orangtua memberikan pendidikan seksual untuk anak-anak sejak dini. Hal itu diungkapkan Muhajirin Yanis saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Peran Lembaga Konsultasi untuk Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (LKP3A) dan Peran Pesantren dalam Upaya Pencegahan Kekerasan pada Perempuan dan Anak, pada Minggu, 10 Agustus 2025.
Kegiatan itu juga dirangkai dengan Pengukuhan Lembaga Konsultasi untuk Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (LKP3A) Fatayat NU se-Kalimantan Barat di Aula Kanwil Kemenag Kalbar.
“Pengetahuan seks penting diajarkan sejak dini pada anak. Baik anak laki-laki maupun perempuan harus mendapatkan itu, terutama dimulai dari keluarga lebih dulu,” jelas Muhajirin Yanis.
Menurutnya hal ini diperlukan agar anak-anak mengetahui bagaimana perilaku seksual yang sehat serta mencegah terjadinya pelecehan seksual.
“Jangan sampai anak terlanjur mendapatkan informasi yang kurang tepat seputar seks dari sumber yang tidak dapat dipercaya, misalnya teman sebaya atau internet,” sambungnya lagi.
Selain Kakanwil Kemenag Kalbar, narasumber yang hadir dalam giat ini adalah Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU, Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, M.Si dan Kepala Dinas DPPPA Provinsi Kalbar, Dr. Herkulana Mekarryani, M.Si. Peserta kegiatan ini diikuti oleh para pengasuh pondok pesantren dan Pengurus Fatayat NU se-Kalbar.
“Pencegahan dan penanggulangan harus dilakukan oleh LKP3A. Penting dilakukan pengasuhan berkualitas dan penguatan Literasi digital perspektif perlindungan anak,” ujar Margaret Aliyatul Maimunah.
Ketua Fatayat Nahdlatul Ulama Kalbar, Hj. Umi Marzuqoh, M.E menuturkan Lembaga Konsultasi untuk Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (LKP3A) Fatayat NU menyediakan layanan konsultasi (pengaduan) dan konseling melalui telpon untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalbar.
“Belakangan ini kasus pelecehan ataupun kekerasan seksual semakin meningkat di pemberitaan media massa. Jumlah kasus yang terjadi pun sekarang ibarat fenomena gunung es. Kebanyakan para korban lebih memilih untuk diam. Kasus pelecehan ataupun kekerasan seksual tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga banyak terhadap anak-anak. Disinilah pentingnya peran LKP3A Fatayat NU,” jelas Umi Marzuqoh.
Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Sesi diskusi berlangsung atraktif antara peserta dengan narasumber. (Red)
Baca juga:
Tiga Pelaku Persetubuhan Siswi SMP di Bengkayang Ditangkap Polisi

Pingback: Kemenag Ngopi Bersama Gus Kiai se-Kalbar - DEKADE