
BATILAP, Dekade— Semangat kemerdekaan di Desa Batilap tahun ini terasa berbeda. Lomba Bakesah, yang akan digelar pada 17 Agustus 2025, bukan sekadar perayaan, melainkan upaya menghidupkan kembali kearifan lokal dalam menjaga hutan. Dengan tema “Bakesah: Menjaga Adat Kakayuan dan Harapan,” acara lomba bakesah ini di hadiri oleh Camat dusun hilir, Eko Hermansyah, S.STP,. M.M Damang Kepala Adat Kedamangan dusun hilir, Yusep T. Aceng, dan Ketua Mantir Adat Dayak Batilap Jumadi, serta anggota Alian, Budian nor. Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) dusun hilir, Mardiansyah. Kades Batilap, Budian nor, dan perangkatnya. Ketua Badan Permusawaratan Desa (BPD), Zulkarnain Siregar, serta anggota nya dan warga desa setempat. Tujuan lomba ini untuk mengajak masyarakat dalam merenungkan hubungan mendalam antara manusia dan alam melalui tradisi bercerita. Pada hari sabtu, (16/08/2025)
Lomba ini terbuka bagi semua kalangan, khususnya generasi muda Desa Batilap dan Peserta dapat menggali kekayaan budaya Dayak Bakumpai melalui subtema yang beragam, mulai dari kreativitas pengelolaan hutan berkelanjutan, legenda dan mitos yang mengajarkan harmoni dengan alam, hingga kisah nyata dan fiksi yang menginspirasi pelestarian hutan.
“Bakesah adalah cara kita mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus. Melalui cerita, kita belajar menghormati hutan sebagai sumber kehidupan dan menjaga keseimbangan alam,” ujar Lia Regita dari Wildlife Work Indonesia (WWI), salah satu penggagas acara ini.
Para peserta diberi kebebasan untuk berkreasi dengan properti dan alat bantu, namun tetap ditantang untuk menyampaikan cerita secara lisan dalam Bahasa Dayak Bakumpai. Lomba akan dilaksanakan pada 16 Agustus 2025 di halaman balai desa Batilap, para juri terdiri dari Camat dusun hilir, Eko Hermansyah, S.STP,. M.M Kepala Desa Batilap, Budian nor, Damang Kepala Adat Kedamangan Dusun Hilir, Yusep T. Aceng, Ketua Mantir Adat Dayak Desa Batilap, Jumadi, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Dusun hilir, Madiansyah.
Lomba ini membuat suasana yang meriah dan penuh inspirasi. Pada hari HUT kemerdekaan ke 80 Rebublik Indonesia RI
Selain hadiah menarik bagi para pemenang, Lomba Bakesah juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan lingkungan.
Bagi para juara 1-2-3 dan juara harapan masing – masing mendapat hadiah berupa uang cash dan sertifikasi
Juara 1: Atul, dengan nilai 127 mendapat hadiah senilai Rp 750.000
Juara 2: Juliadi, dengan nilai 116 mendapat hadiah senilai Rp 500.000
Juara 3: Alian, dengan 114 mendapat hadiah senilai Rp 250.000
Juara favorit1: H. Adui, dengan nilai 113 mendapat hadiah senilai Rp 150.000
Mari bersama-sama menjaga adat kakayuan dan merajut harapan untuk masa depan hutan Kalimantan yang lestari. (Red)
Baca juga:
13 Peserta Lomba Menulis “Akar dan Kata” Sukses Digelar di Desa Batilap

Pingback: Bupati Sanggau Resmikan Galeri Prestasi Sabang Merah - DEKADE