Anak Sekolah di Desa Ansiap Sadaniang Mempawah Terpaksa Menyeberangi Sungai Karena Jembatan Rawan Ambruk

By | Desember 3, 2025
Warga Dusun Tikalong, Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, mengeluhkan kondisi jembatan penghubung yang semakin mengkhawatirkan.

Warga Dusun Tikalong, Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, mengeluhkan kondisi jembatan penghubung yang semakin mengkhawatirkan.

MEMPAWAH. Dekade— Puluhan siswa di Dusun Tikalong, Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, terpaksa mempertaruhkan nyawa setiap hari demi bisa berangkat ke sekolah. Kondisi ini terjadi setelah satu-satunya jembatan penghubung di kawasan tersebut nyaris ambruk.

Kondisi tersebut menjadi sorotan setelah beredarnya sebuah video yang menunjukkan sejumlah anak sekolah terpaksa menerobos sungai demi bisa sampai ke sekolah.

Dalam video itu, tampak para siswa masih mengenakan seragam dan membawa tas serta buku sekolah saat menyeberangi aliran sungai yang cukup deras.

Kepala Desa Ansiap, Imanuel, membenarkan bahwa lokasi dalam video viral tersebut berada di wilayah desanya.

“Benar, itu memang berada di wilayah Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang. Video yang beredar mengenai anak sekolah menyebrangi sungai juga benar, karena jembatan dalam kondisi sangat rawan dan tidak berani digunakan,” ujar Imanuel.

Imanuel menjelaskan bahwa masyarakat setempat sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah mengingat jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan pemukiman warga.

“Masyarakat memang sangat berharap jembatan ini segera diperbaiki. Ini akses vital yang dilalui warga untuk bekerja, berbelanja kebutuhan, hingga anak sekolah yang setiap hari harus melewati jalur ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pemerintah desa sudah berulang kali menyampaikan dan mengusulkan kebutuhan perbaikan jembatan tersebut kepada Pemkab Mempawah.

“Kami dari pihak desa setiap tahun selalu mengajukan agar jembatan ini masuk prioritas pembangunan. Koordinasi pun terus dilakukan. Harapan kami, tahun ini atau paling lambat tahun depan bisa direalisasikan,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pelajar di dalam video turut menyampaikan suara kesedihannya untuk pemerintah.

“Pemerintah, presiden, gubernur, bupati, atau menteri, mohon perhatiannya untuk jembatan kami yang sudah sangat memprihatinkan, karena jembatan ini adalah satu-satunya tempat untuk kami pergi ke sekolah dan kembali ke rumah kami masing-masing,” kata seorang pelajar di dalam video.

Para siswa berharap pemerintah segera mengambil tindakan. Mereka mengaku tidak ingin sampai harus berhenti sekolah hanya karena akses terputus.

“Kami ingin sekolah seperti biasa, tapi jembatannya rusak. Tolong segera diperbaiki,” kata seorang siswa.

Sementara itu, para orang tua dan guru terus mengawasi keselamatan anak-anak saat menyeberangi sungai sambil berharap bantuan segera datang sebelum terjadi kecelakaan yang lebih serius.

“Setiap hari anak-anak harus menyeberangi sungai untuk sampai ke sekolah. Kami takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar salah satu orang tua siswa.

Warga Dusun Tikalong mendesak pemerintah daerah untuk turun langsung meninjau lokasi dan mempercepat perbaikan jembatan agar aktivitas pendidikan dan kegiatan masyarakat dapat berjalan normal kembali.

Jembatan yang terbuat dari material kayu itu dinilai rawan ambruk dan membahayakan masyarakat yang melintas.

Pemerintah desa setempat disebut telah menyampaikan laporan, namun hingga kini belum ada langkah konkret yang terlihat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *