Putra Mahkota Keraton Surakarta Enggan Minta Maaf Terkait Unggahan ‘Nyesel gabung Republik’

By | Maret 9, 2025
Putra Mahkota Keraton Surakarta Enggan Minta Maaf Terkait Unggahan 'Nyesel gabung Republik'

Putra Mahkota Keraton Surakarta Enggan Minta Maaf Terkait Unggahan ‘Nyesel gabung Republik’

Surakarta, Dekade – Putra Mahkota Keraton Kasunanan Surakarta, KGPAA Hamengkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, tidak akan meminta maaf terkait pernyataan ‘Nyesel gabung Republik’ yang ia unggah di story Instagram miliknya @kgpaa_hamangkunegoro.

KGPAA Hamengkunegoro mengaku, unggahannya tersebut tidak lepas sebagai penyikapan atas perkembangan situasi terkini, salah satunya kasus Pertamina.

“Khususnya terkait pemberitaan mengenai kasus Pertamina, yang telah menimbulkan kekecewaan luas di masyarakat, termasuk bagi saya sebagai bagian generasi muda,” ungkap KGPAA Hamengkunegoro lewat pernyataan tertulis yang dibacakan oleh Pangageng Sasana Wilopo Keraton Kasunanan, KPH Dani Nur Adiningrat, Senin (3/3/2025).

Menurut pria bernama asli KGPH Purbaya ini, pernyataannya itu bukan sebagai cerminan dari hilangnya semangat nasionalisme, patriotisme, atau jiwa bela negara dari dirinya. Melainkan sebagai bentuk kritikan terhadap pemerintah.

Baca juga: Sindiran Putra Mahkota Solo di Medsos ‘Nyesel Gabung Republik’ jadi Sorotan

“Melainkan suatu bentuk kritik dan sindiran terhadap penyelenggara negara saat ini,” lugas putra Pakubuwono (PB) XIII tersebut.

Dia melatarbelakangi, unggahan yang bersifat satire itu sebagai sikap kebatinan mendalam, mengingat fakta sejarah bahwa leluhurnya memiliki kontrobusi yang besar dalam perjuangan kemerdekaan dan berdirinya NKRI.

“Di antaranya PB VI dan PB X yang sudah diakui sebagai pahlawan nasional, dan PB XII yang sukarela menggabungkan negeri yang berdaulat dalam NKRI, bahkan menyerahkan harta benda dan kekuasaannya demi tegaknya NKRI yang pada saat itu masih tahap awal pembangunan,” kata dia.

“Seharusnya para pemimpin negara memiliki kesadaran moral dan etika dalam mengelola pemerintahan demi kepentingan rakyat banyak,” sambung dia.

Meski dikenal dekat dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka, KGPAA Hamengkunegoro menegaskan bukan berarti ia tidak berani melakukan kritik.

“Ini demi kebaikan pemerintah yang dia cintai, dan demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.***

One thought on “Putra Mahkota Keraton Surakarta Enggan Minta Maaf Terkait Unggahan ‘Nyesel gabung Republik’

  1. Pingback: Guru Besar UGM Jogja diduga Lecehkan Sejumlah Mahasiswi Bimbingan Skripsi - DEKADE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *